Showing posts with label APJK. Show all posts
Showing posts with label APJK. Show all posts

Monday, April 30, 2012

Analisis dan Perancangan Jaringan Komputer (POE)

Power over Ethernet atau PoE teknologi membahas sebuah sistem untuk lulus tenaga listrik dengan aman, bersama dengan data, pada kabel Ethernet. Standar IEEE untuk PoE memerlukan kabel Kategori 5 atau lebih tinggi untuk tingkat daya tinggi, tetapi dapat beroperasi dengan kategori 3 kabel untuk tingkat daya rendah. [1] Power tersedia dalam modus umum lebih dari dua atau lebih pasangan diferensial kawat ditemukan di Ethernet kabel dan berasal dari power supply dalam perangkat jaringan PoE-enabled seperti Ethernet switch atau dapat disuntikkan ke kabel dijalankan dengan power supply tengah bentang. Keuntungan PoE menyediakan data dan sambungan listrik di satu kabel, sehingga peralatan tidak membutuhkan kabel yang terpisah untuk setiap kebutuhan. Untuk peralatan yang sudah tidak memiliki sambungan listrik atau data, PoE dapat menarik ketika permintaan listrik sederhana. Sebagai contoh, PoE berguna untuk telepon IP , LAN nirkabel akses poin , kamera dengan kemiringan pan dan zoom (PTZ), dan remote switch Ethernet . PoE dapat menyediakan berjalan kabel panjang (misalnya, 100 meter (330 ft)) dan dapat memberikan tambahan 12 W terisolasi kekuasaan. Kemudian versi PoE dapat memberikan listrik bahkan lebih. Ada teknologi yang bersaing. The Universal Serial Bus (USB) menyediakan data dan kekuasaan, tetapi dirancang untuk kabel pendek (5 meter (16 kaki) panjang maksimum) dan menyediakan kurang dari 2,5 B dari non-terisolasi kekuasaan. Hal ini lebih murah dari PoE, dan bekerja dengan baik untuk peripheral daya rendah seperti mouse komputer , headset / microphone, atau port serial. Beberapa perangkat, seperti speaker, scanner, dan printer, membutuhkan lebih banyak kekuatan dari USB dapat menyediakan. Firewire mirip dengan USB, tetapi dapat memberikan substansial lebih kuasa. Di sisi lain, peripheral USB dapat beroperasi pada tingkat daya sangat rendah, menjaga koneksi Ethernet mengkonsumsi banyak daya. Jika perangkat sudah memiliki daya yang tersedia tetapi tidak ada koneksi data, maka PoE mungkin tidak menarik. Koneksi data nirkabel seperti IEEE 802.11 mungkin lebih ekonomis daripada menjalankan kabel data untuk perangkat. Atau, ada daya teknologi garis sinyal yang dapat menggunakan kabel listrik untuk transmisi data. Menggunakan modem power line beberapa mungkin lebih ekonomis daripada menjalankan sebuah kabel. Jika data rate dan daya persyaratan keduanya rendah, maka pendekatan-pendekatan lain mungkin layak. Telepon selular, misalnya, menggunakan baterai untuk daya dan data nirkabel koneksi. Sensor cuaca terpencil memiliki sangat rendah kecepatan data, sehingga baterai (mungkin dilengkapi dengan tenaga surya) dan adat koneksi data nirkabel yang digunakan. Mengganti baterai adalah gangguan, tetapi jika baterai terakhir enam bulan atau setahun, praktek dapat ditoleransi. Tergantung pada aplikasi, PoE dapat memiliki keunggulan dibandingkan teknologi lainnya: Murah kabel Sederhana daya Cepat data rate Peer-to-peer akses jaringan. Setelah perangkat terhubung ke jaringan, itu dapat diakses oleh banyak pengguna. Sumber : en.wikipedia.org/wiki/Power_over_Ethernet akromulfata.blogspot.com/2008/06/poe-power-over-ethernet.html

Analisis dan Perancangan Jaringan (Data Sheet layer 2 dan 3)

Layer 3 Chassis Switch For Enterprise Network Connections The DES-6500 is a Layer 3 backbone chassis-based Gigabit switch that provides everything a business needs for a switched network. This 9-slot chassis offers a high switch fabric capacity of 160Gbps supporting wire speed L2/L3 packet switching in dynamic or static environments. Some of the features include a high port density, with L2/L3/L4 Class of Service (CoS) and Access Control Lists (ACL), Multiple link aggregation, fault tolerance, a hot-swappable CPU module/line card and redundant power supply, and traffic monitoring. Designed for performance and flexibility, this chassis offers you the price/performance ratio necessary to deploy a cost-effective enterprise backbone network. High Scalability, Availability, & Security With 8 line card slots and a wide range of user-selectable port types and speeds, the switch provides easy scalable expansion as your network needs grow. This switch provides redundancy of power, link aggregation, STP, and VRRP, which prevents single point of failure, minimizes possible network downtime, and increases the network’s availability. Line card hot-swappable capability makes it easy to swap defective line cards, shorten the network restoration time, and simplify troubleshooting. Increase security by taking advantage of 802.1x, RADIUS authentication, TACACS+, SSL, and SSH network security features. The hardware and software features of the DES-6500 all work together to allow customers to build affordable, high performance, high availability, and highly secure networks. Up to 16 10Gigabit ports, 96 Gigabit Ports, 192 Fast Ethernet Ports, 142 Mpps Forwarding Rate You can configure the switch with up to 96 Gigabit ports, 192 twisted-pair Fast Ethernet ports or a combination of both. Copper and fiber Gigabit are supported. Built-in wire-speed switch fabric provides hardware-based packet filtering and forwarding, while packet routing is performed by on-board ASICs, which are many times faster than traditional CPU-based routers. Network Management The DES-6500 supports a variety of network management options including: console CLI, Telnet configuration, Web-based and SNMP v1, v2, v3 management, RMON monitoring, TFTP firmware upgrade, TFTP configuration download/upload, Port Mirroring for troubleshooting, and BootP/DHCP IP assignment. It also supports advanced traffic management options including: 802.3x, Bandwidth Control, Broadcast Storm Control, Traffic Segmentation and IGMP snooping. Live CPU utilization monitoring and port descriptions are available to help troubleshoot when a performance degradation occurs. Download link data sheet layer 3 : http://www.ziddu.com/download/19268219/Layer3.pdf.html Download link data sheet layer 2 : http://www.ziddu.com/download/19268308/Layer2.pdf.html Sumber :

Sunday, April 8, 2012

Analisa Perancangan Jaringan Komputer (Perancangan Jaringan Work Area 4 Gedung 40 cpu)

D. Perancangan Jaringan 4 Gedung, 4 Lantai, 3 ruangan, 40 PC
Soal : Buatlah rancangan sebuah jaringan pada 4 gedung yang memiliki 4 lantai, setiap lantai terdiri atas 3 ruangan dan setiap ruangan memiliki 40 komputer
1. Rancangan Gambar pada M Visio

2. Untuk pembagian IP addressnya karena masih sama dengan kasus sebelumnya menggunakan 40 komputer dalam satu ruangan maka perhitungannya sama seperti sebelumnya
3. Tambahan untuk koneksi dalam sebuah jaringan
• Memiliki net ID yang sama
• Memiliki alamat host yang berbeda
• Pada network/netmask yang sama
• IP broadcastnya sama

Analisa Perancangan Jaringan Komputer (Perancangan Jaringan Work Area 40 cpu)

C. Contoh perancangan Jaringan 4 lantai, setiap lantai 3 ruangan, setiap ruangan 40 komputer
Soal : buatlah perancangan jaringan dalam sebuah gedung yang memiliki 4 lantai, dalam satu lantai terdapat 3 ruangan dan setiap ruangan memiliki 40 komputer
1. Buatlah sebuah gambaran perancangan pada Microsoft Visio seperti berikut

Gambar di atas adalah setelah perancangan dasar selesai
2. Untuk perhitungan pertama tentukan jumlah total host yang akan digunakan, disini dalam sebuah ruangan terdapat 40 komputer
3. Rumus : 2n >= 40+2, Maka n= 6
26>= 40 +2
64>= 42
4. 6 = banyaknya digit yang disediakan untuk alamat host

5. Dapat dituliskan dalam desimal bertitik untuk netmasknya
11111111.11111111.11111111.11000000 /26
255 . 25 . 255 . 192 (netmask)
Jumlah host dalam satu jaringan = 26= 64 (jumlah nol)
Jumlah Net id = 24+2 = 26 (jumlah satu)
Total host 192
6. Jumlah jaringan yang didapat dari subneting /26 yakni 22= 4
192.168.1.0 - 192.168.1.63
192.168.1.64 - 192.168.1.127
192.168.1.128 - 192.168.1.191
192.168.1.192 - 192.168.1.255
Catatan penting : pada sebuah jaringan alamat host pertama dan terakhir dijadikan untuk netID dan broadcast yang tidak digunakan oleh komputer dalam jaringan

Analisa Perancangan Jaringan Komputer (Perancangan Jaringan Work Area 20 cpu)

Pembuatan Jaringan Work Area
A. Pengertian Work Area
Work area adalah sebuah istilah untuk jaringan yang ada pada sebuah ruangan kantor bisa dalam satu jaringan terdapat 10 komputer atau lebih.
B. Contoh perancangan Work Area (satu ruangan)
Soal : buatlah sebuah jaringan work area dengan batasan dalam satu ruangan 20 komputer, ip 192.168.1.0/24, tentukan pembagian subnetnya

Jwb :
1. Pertama yang kita cari adalah jumlah host
2. 2n>= 20+2 , maka n adalah 5, (n = 5)
20 = banyaknya komputer dalam satu jaringan
n = jumlah host dalam jaringan
3. Dapat dituliskan 192.168.1.0/27
255.255.255.0
11111111.11111111.11111111.11100000
255 . 255 . 255 . 225 >netmask
Jumlah host dalam satu jaringan = 25= 32 (jumlah nol)
Jumlah Net id = 24+3 = 27 (jumlah satu)
Total host 225
4. Subneting dapat dibagi menjadi 8 jaringan :
168.192.1.0 - 168.192.1.31 (jumlah 32 yakni 0-31, ankan nol dihitung)
168.192.1.32 - 168.192.1.63
168.192.1.64 - 168.192.1.95
168.192.1.96 - 168.192.1.127
168.192.1.128 - 168.192.1.159
168.192.1.160 - 168.192.1.191
168.192.1.192 - 168.192.1.223
168.192.1.224 - 168.192.1.255
Catatan penting : pada sebuah jaringan alamat host pertama dan terakhir dijadikan untuk netID dan broadcast yang tidak digunakan oleh komputer dalam jaringan

Wednesday, March 14, 2012

World Wide Web Consortium

W3C mengembangkan teknologi (spesifikasi, petunjuk -- guide line, software, dan tool) yang dapat dioperasikan pada platform manapun,membawa web mencapai potensi yang utuh sebagai suatu forum informasi, commerce, komunikasi dan perjanjian bersama (collective understanding).

W3c dibentuk pada Oktober 1994, dengan jumlah anggota lebih dari 400 anggota dari seluruh dunia, dan telah menghasilkan pengakuan internasional untuk kontribusinya pada perkembangan web. W3c kini merupakan badan resmi yang membuat standar web. W3C meletakkan gabungan spesifikasi dalam standar web, berikut adalah hasil dari W3C.

• Standar web yang paling mendasar adalah HTML, CSS, dan XML.
• Standar HTML yang terakhir adalah XHTML 1.0
CERN sekarang telah kembali pada misi awalnya melakukan penelitian pada fisika partikel, dan hasilnya yang berkaitan dengan web telah diserahkan kepada World Wide Web Consortium, sekelompok akademisi dan organisasi komersial yang mengabdikan pada kemajuan dari web. W3, sebagai sebutannya, masih aktif dalam pengembangan web dan Berners-Lee masih terlibat didalamnya.
Standar W3C mendefinisikan Web Platform Terbuka untuk pengembangan aplikasiyang memiliki potensi belum pernah terjadi sebelumnya untuk memungkinkanpengembang untuk membangun pengalaman interaktif yang kaya, didukung oleh tokodata yang luas, yang tersedia pada perangkat apapun. Meskipun batas-batas dari platform terus berkembang, para pemimpin industri berbicara hampir serempaktentang bagaimana HTML5 akan menjadi landasan untuk platform ini.
Namun kekuatanpenuh platform bergantung pada teknologi banyak lagi yang W3C dan mitra perusahaan menciptakan, termasuk CSS, SVG, WOFF, stack Semantic Web, XML,dan berbagai API. W3C mengembangkan spesifikasi teknis dan pedoman melalui proses yang dirancang untuk memaksimalkan konsensus tentang isi laporan teknis, untuk memastikan kualitas teknis dan editorial tinggi, dan untuk mendapatkan dukungan dari W3C dan masyarakat luas.

A. Web Desain dan Aplikasi
Web Desain dan Aplikasi melibatkan standar untuk membangun dan Renderinghalaman Web, termasuk HTML, CSS, SVG, Ajax, dan teknologi lainnya untuk Aplikasi Web ("webapps"). Bagian ini juga mencakup informasi tentang bagaimana membuathalaman dapat diakses oleh penyandang cacat (WCAG), untuk internasionalisasimereka, dan membuat mereka bekerja pada perangkat mobile.
B. Arsitektur Web
Arsitektur Web berfokus pada teknologi dan prinsip-prinsip dasar yang menopang Web,termasuk URI dan HTTP.

C. Semantic Web
Selain "Web dokumen" klasik W3C membantu membangun setumpuk teknologi untuk mendukung "Web data," jenis data yang Anda temukan dalam database. Tujuan utamadari Web data adalah untuk memungkinkan komputer untuk melakukan pekerjaan lebih bermanfaat dan untuk mengembangkan sistem yang dapat mendukung interaksiterpercaya melalui jaringan. The "Semantic Web" mengacu pada visi W3C dari Webdata terkait. Teknologi Semantic Web memungkinkan orang untuk membuat menyimpan data di Web, membangun kosakata, dan menulis aturan untuk penanganan data. DataLinked diberdayakan oleh teknologi seperti RDF, SPARQL, OWL, dan SKOS.
D. Teknologi XML
Teknologi XML termasuk XML, Ruang nama XML, XML Schema, XSLT, Efisien XMLInterchange (EXI), dan standar terkait lainnya.
E. Pelayanan-pelayanan Web
Web Jasa merujuk pada pesan berbasis desain sering ditemukan di Web dan diperusahaan perangkat lunak. Web Services didasarkan pada teknologi seperti HTTP, XML, SOAP, WSDL, SPARQL, dan lainnya.
F. Perangkat Web
W3C berfokus pada teknologi untuk memungkinkan akses Web di mana saja, kapan saja, menggunakan perangkat apapun. Hal ini termasuk akses Web dari ponsel dan perangkat mobile lainnya serta penggunaan teknologi Web dalam elektronik konsumen, printer, televisi interaktif, dan bahkan mobil.
G. Browser dan Alat Authoring
Kegunaan Web dan pertumbuhan tergantung pada universalitasnya. Kita harus dapatmempublikasikan terlepas dari perangkat lunak yang kami gunakan, komputer yang kita miliki, bahasa yang kita berbicara, apakah kita kabel atau nirkabel, terlepas dari modekami sensorik atau interaksi. Kita harus dapat mengakses web dari segala bentukperangkat keras yang dapat terhubung ke Internet - stasioner atau mobile, kecil atau besar. W3C memfasilitasi ini mendengarkan dan pencampuran melalui web standarinternasional. Standar ini memastikan bahwa semua kecemerlangan gila terus meningkatkan web yang terbuka untuk kita semua.







Pengenalan tentang Standar

W3C laporan teknis proses pembangunan adalah set langkah-langkah dan persyaratan diikuti oleh Grup W3C Bekerja untuk membakukan teknologi Web. Melalui proses ini, W3C berusaha untuk memaksimalkan konsensus tentang isi laporan teknis, untuk memastikan kualitas teknis dan editorial tinggi, untuk mempromosikan konsistensi antara spesifikasi, dan untuk mendapatkan dukungan dari W3C dan masyarakat luas.Pelajari lebih dalam pendahuluan ke Proses W3C.
Masukan untuk proses standar W3C dapat berasal dari berbagai tempat, termasuk:
W3C Lokakarya
Inkubator Grup
Anggota Submissions
Tim Submissions
Nilai Menciptakan Standar di W3C
W3C terus berevolusi untuk menyediakan masyarakat lingkungan yang produktif untuk menciptakan standar Web. W3C menawarkan:
, komunitas internasional yang besar dari para pemikir yang penuh gairah;
sebuah didefinisikan dengan baik, Royalti Bebas Paten Kebijakan (kebijakan ringkas, manfaat bisnis, Tanya Jawab);
staf penuh-waktu ahli dunia pada teknologi Web, termasuk penemu Web sebagai Direktur organisasi;
infrastruktur yang efektif dan alat untuk memfasilitasi pertemuan dan penciptaan dokumen;
lebih dari 15 tahun pengalaman dalam pengembangan standar diwujudkan dengan proses didefinisikan dengan baik dan dipelihara yang berkembang sebagai masyarakat membutuhkan perubahan.
Bisnis Kasus Standar
Berikut ini adalah pemilihan sudut pandang masyarakat pada nilai Standar Web. Harap beritahu kami jika Anda tahu sumber daya yang berguna lainnya.
Hidup web (Scientific American, Nov 2010)
Pentingnya Ekonomi Standar (slide), Tim Berners-Lee
Sebuah Kualitas Standar Studi Kasus: W3C, Arnaud Le Hors
Bisnis Kasus Standar Terbuka, Erik Silman
Nilai Bisnis Standar Web, Jeffrey Veen
Apa saja kemajuan penggunaan standar, Standar Web Proyek?
Kasus Bisnis untuk Web Standar Wiki
Mengembangkan Kasus Bisnis Aksesibilitas Web untuk Organisasi Anda: Tinjauan, W3C Web Accessibility Initiative
Membuat kasus bisnis untuk standar web, Web Strategi Akses
Poin CSS Berbicara: Jual Klien tentang Standar Web, Greg Kise
Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 's Standardisasi: Fundamental, Dampak, dan Strategi Bisnis
Standar Perpustakaan
Pengantar Standar Berbasis Desain
Di bawah ini tercantum beberapa sumber yang membahas berbasis standar desain Web.
W3C HTML validator, yang link ke validator lainnya (CSS, RSS, Atom, MobileOK) dan alat (untuk menemukan link yang rusak, dll)
Situs Web Mutu, daftar artikel dari Aktivitas Kualitas W3C Jaminan
Membeli situs Web standar compliant, W3C Kualitas Kegiatan Jaminan
Memperkenalkan aksesibilitas Web dan mengevaluasi aksesibilitas, W3C Web Accessibility Initiative
Internasionalisasi teknik, W3C Aktivitas Internasionalisasi
Reources dari Aliansi Web Pendidikan Terbuka (OWEA), termasuk kurikulum
Apa standar web dan mengapa saya harus menggunakannya?, Web Standar Proyek FAQ
Sebuah Standardista itu Alphabet, Jack Pickard untuk A List Apart
Sumber :
http://site2207.blogspot.com/2011/01/world-wide-web-consortium-w3c.html
http://www.w3.org/standards/

IOPS Request For Comment (Jaringan Internet)

Request For Comment

RFC yang diciptakan oleh Steve Crocker untuk membantu memberikan catatan desain Kelompok Jaringan Kerja dari ARPANET.

Pada tahun 1968, sebagai program ARPANET berkembang, perwakilan dari berbagai situs DARPA mulai bertemu secara teratur untuk kemajuan rencana mereka. Sebagai semakin banyak orang mulai hadir, mereka menamakan dirinya Jaringan Kelompok Kerja (NWG), meskipun kelompok itu tidak memiliki piagam, keanggotaan formal, atau organisasi - meletakkan dasar untuk pembentukan selanjutnya dari badan Internet serupa seperti IETF. Steve Crocker sukarela untuk mengatur catatan NWG. Pada pertemuan ARPA pada bulan Maret, 1969 di Utah, Crocker menciptakan Permintaan pertama Untuk dokumen Komentar, berjudul "Host Perangkat Lunak", RFC 001, untuk mendokumentasikan karya NWG. (Crocker juga dikenal untuk pengembangan jaringan ARPANET pertama protokol, Network Control Program.)

Para RFC itu ternyata memberikan kendaraan, nyaman berguna untuk dokumentasi dan distribusi dari penelitian yang dilakukan oleh para pengembang Internet, dan akhirnya menjadi catatan resmi dari keputusan desain Internet, arsitektur, dan standar teknis. Meskipun mereka tetap berjudul "Request For Comments", melalui konsensus mereka adalah dokumen Internet dari catatan, dan sering mencakup informasi teknis yang sangat rinci.

Jon Postel, Direktur Divisi Komputer Jaringan di Information Sciences Institute di University of Southern California, mengambil alih pengelolaan dari itu RFC di tahun 1970-an. Dia menjabat sebagai Editor RFC resmi selama seperempat abad, dan menulis dan memimpin pengembangan lebih di RFC dari orang lain. Ia juga membantu mengembangkan banyak protokol internet, termasuk Domain Name System, File Transfer Protocol, Telnet, dan Protokol Internet itu sendiri.

Joyce K. Reynolds dirancang oleh Postel pada tahun 1983 untuk membantu dengan peningkatan beban kerja Editor RFC dan IANA manajemen, dan terus dalam peran tersebut hari ini. Lain penyumbang tak kenal lelah ke Internet, Reynolds juga menjadi anggota dari IETF, membantu mengembangkan Sistem Pesan Eksperimental Multimedia, Protokol Kantor Pos, dan Spesifikasi Opsi Telnet, membantu memperbarui File Transfer Protocol, dan mendirikan dokumen RFC diterbitkan sebagai FYIs.

Robert Braden juga membuat kontribusi besar untuk itu RFC. Dia memimpin IRTF End-to-End Research Group yang mengembangkan banyak key RFC, dan menjabat sebagai RFC co-editor untuk IETF. Dia telah menulis banyak RFC itu sendiri, dan kepemimpinannya dari dua tonggak dokumen RFC 1122 dan RFC 1123, Persyaratan Host internet, memberikan sumbangsih besar untuk membersihkan komunikasi standar Internet. Braden juga membantu mengembangkan beberapa protokol Internet, termasuk FTP, RSVP, dan Internet Protocol. Dia adalah anggota piagam IAB, dan kemudian menjabat sebagai Direktur Eksekutif.

Elizabeth (Jake) Feinler juga bekerja sama dengan Postel dan Reynolds dan memainkan peran penting di tahun-tahun tengah seri RFC sebagai utama dari Stanford Research Institute Jaringan Informasi Pusat, dengan tanggung jawab untuk mendistribusikan di RFC baik online dan di atas kertas.
Sumber daya. RFC 2555, 30 Tahun yang RFC, memberikan sejarah yang RFC, dengan masukan dari Steve Crocker, Joyce Reynolds, Vinton Cerf, Jake Feinler, dan Bob Braden.


Internet Protocol Resmi Standar (IOPS)
Request For Comments (RFC s)


Ada berbagai standar protokol Internet resmi. Daftar standar resmi didokumentasikan dalam Request For Comments dokumen, dengan versi terbaru di RFC 3300, dan daftar up-to-date dipertahankan pada RFC-Editor.org. RFC pertama secara eksplisit dinyatakan sebagai standar resmi adalah RFC 733. Standar protokol resmi terdaftar dalam kategori berikut:
• Standar. Didirikan sebagai sebuah protokol standar oleh IESG tersebut.
• Draft. Pada jalur, mungkin sebuah protokol standar masa depan.
• Diusulkan. Tahap awal, protokol yang diusulkan.
• Bersejarah. Protokol yang lebih tua, biasanya digantikan atau tidak terpakai.
• Eksperimental. Penelitian protokol, didokumentasikan untuk memberikan referensi yang nyaman bagi para peneliti.
• Informasi. Protokol yang dikembangkan oleh organisasi lain, seperti organisasi standar resmi dan perusahaan jaringan komersial, kadang-kadang yang diterbitkan sebagai RFC untuk menjadi referensi standar. Daftar terakhir dari protokol informasi dapat ditemukan di RFC 2500.




Setiap protokol diberi status "yang dibutuhkan", "Recommended", "Pilihan", "Penggunaan Terbatas", atau "Not Recommended", dalam urutan prioritas. Hanya protokol penting sangat sedikit diberi label "Diperlukan".

Kelompok kerja IETF melakukan sebagian besar pekerjaan pada standarisasi protokol internet sebagai mereka pergi melalui standar yang diusulkan, draft standar, dan fase standar yang sebenarnya. Sebuah protokol diterbitkan sebagai standar yang diusulkan biasanya dimaksudkan untuk menjadi standar sebenarnya, tetapi tidak dipromosikan untuk menyusun standar untuk sedikitnya enam bulan untuk memberikan waktu bagi komunitas internet untuk meninjau dan komentar. Sebuah rancangan standar tidak dipromosikan dengan standar penuh untuk setidaknya empat bulan, setelah pengalaman operasional telah diperoleh, dan ketika ada menunjukkan interoperabilitas antara dua atau lebih implementasi independen.

Sebuah standar penuh harus instantiated oleh setidaknya dua independen, implementasi sepenuhnya bekerja dari protokol didefinisikan. Ketika protokol menjadi standar penuh itu diberikan nomor STD seperti yang dijelaskan dalam RFC 1311.

Sumber : http://www.livinginternet.com/i/ia_rfc_iops.htm

Firewall

Firewall
Fungsi Firewall
Secara mendasar, firewall dapat melakukan hal-hal berikut:
 Mengatur dan mengontrol lalu lintas jaringan
 Melakukan autentikasi terhadap akses
 Melindungi sumber daya dalam jaringan privat
 Mencatat semua kejadian, dan melaporkan kepada administrator

Mengatur dan mengontrol Jaringan
Fungsi pertama yang dapat dilakukan oleh firewall adalah firewall harus dapat mengatur dan mengontrol lalu lintas jaringan yang diizinkan untuk mengakses jaringan privat atau komputer yang dilindungi oleh firewall. Firewall melakukan hal yang demikian, dengan melakukan inspeksi terhadap paket-paket dan memantau koneksi yang sedang dibuat, lalu melakukan penapisan (filtering) terhadap koneksi berdasarkan hasil inspeksi paket dan koneksi tersebut.

Tembok api atau dinding api adalah suatu sistem perangkat lunak yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk bisa melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang dianggap tidak aman. Umumnya, sebuah tembok-api diterapkan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu gerbang (gateway) antara jaringan lokal dengan jaringan Internet.
Tembok-api digunakan untuk membatasi atau mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar. Saat ini, istilah firewall menjadi istilah lazim yang merujuk pada sistem yang mengatur komunikasi antar dua macam jaringan yang berbeda. Mengingat saat ini banyak perusahaan yang memiliki akses ke Internet dan juga tentu saja jaringan berbadan hukum di dalamnya, maka perlindungan terhadap perangkat digital perusahaan tersebut dari serangan para peretas, pemata-mata, ataupun pencuri data lainnya, menjadi kenyataan.

Jenis Jenis Firewall
Firewall terbagi menjadi dua jenis, yakni sebagai berikut
 Personal Firewall: Personal Firewall didesain untuk melindungi sebuah komputer yang terhubung ke jaringan dari akses yang tidak dikehendaki. Firewall jenis ini akhir-akhir ini berevolusi menjadi sebuah kumpulan program yang bertujuan untuk mengamankan komputer secara total, dengan ditambahkannya beberapa fitur pengaman tambahan semacam perangkat proteksi terhadap virus, anti-spyware, anti-spam, dan lainnya. Bahkan beberapa produk firewall lainnya dilengkapi dengan fungsi pendeteksian gangguan keamanan jaringan (Intrusion Detection System). Contoh dari firewall jenis ini adalah MicrosoftWindows Firewall (yang telah terintegrasi dalam sistem operasi Windows XP Service Pack 2, Windows Vista dan Windows Server 2003 Service Pack 1),Symantec Norton Personal Firewall, Kerio Personal Firewall, dan lain-lain. Personal Firewall secara umum hanya memiliki dua fitur utama, yakni Packet Filter Firewall dan Stateful Firewall.
 Network Firewall: Network ‘‘’’Firewall didesain untuk melindungi jaringan secara keseluruhan dari berbagai serangan. Umumnya dijumpai dalam dua bentuk, yakni sebuah perangkat terdedikasiatau sebagai sebuah perangkat lunak yang diinstalasikan dalam sebuah server. Contoh dari firewall ini adalah Microsoft Internet Security and Acceleration Server (ISA Server), Cisco PIX, Cisco ASA, IPTables dalam sistem operasi GNU/Linux, pf dalam keluarga sistem operasi Unix BSD, serta SunScreen dari Sun Microsystems, Inc. yang dibundel dalam sistem operasi Solaris. Network Firewall secara umum memiliki beberapa fitur utama, yakni apa yang dimiliki oleh personal firewall (packet filter firewall dan stateful firewall), Circuit Level Gateway, Application Level Gateway, dan juga NAT Firewall. Network Firewall umumnya bersifat transparan (tidak terlihat) dari pengguna dan menggunakan teknologi routing untuk menentukan paket mana yang diizinkan, dan mana paket yang akan ditolak.

Proses inspeksi Paket
Inspeksi paket ('packet inspection) merupakan proses yang dilakukan oleh firewall untuk 'menghadang' dan memproses data dalam sebuah paket untuk menentukan bahwa paket tersebut diizinkan atau ditolak, berdasarkan kebijakan akses (access policy) yang diterapkan oleh seorang administrator. Firewall, sebelum menentukan keputusan apakah hendak menolak atau menerima komunikasi dari luar, ia harus melakukan inspeksi terhadap setiap paket (baik yang masuk ataupun yang keluar) di setiap antarmuka dan membandingkannya dengan daftar kebijakan akses. Inspeksi paket dapat dilakukan dengan melihat elemen-elemen berikut, ketika menentukan apakah hendak menolak atau menerima komunikasi:
 Alamat IP dari komputer sumber
 Port sumber pada komputer sumber
 Alamat IP dari komputer tujuan
 Port tujuan data pada komputer tujuan
 Protokol IP
 Informasi header-header yang disimpan dalam paket
[sunting]Koneksi dan Keadaan Koneksi
Agar dua host TCP/IP dapat saling berkomunikasi, mereka harus saling membuat koneksi antara satu dengan lainnya. Koneksi ini memiliki dua tujuan:
1. Komputer dapat menggunakan koneksi tersebut untuk mengidentifikasikan dirinya kepada komputer lain, yang meyakinkan bahwa sistem lain yang tidak membuat koneksi tidak dapat mengirimkan data ke komputer tersebut. Firewall juga dapat menggunakan informasi koneksi untuk menentukan koneksi apa yang diizinkan oleh kebijakan akses dan menggunakannya untuk menentukan apakah paket data tersebut akan diterima atau ditolak.
2. Koneksi digunakan untuk menentukan bagaimana cara dua host tersebut akan berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya (apakah dengan menggunakan koneksi connection-oriented, atau connectionless).

Kedua tujuan tersebut dapat digunakan untuk menentukan keadaan koneksi antara dua host tersebut, seperti halnya cara manusia bercakap-cakap. Jika Amir bertanya kepada Aminah mengenai sesuatu, maka Aminah akan meresponsnya dengan jawaban yang sesuai dengan pertanyaan yang diajukan oleh Amir; Pada saat Amir melontarkan pertanyaannya kepada Aminah, keadaan percakapan tersebut adalah Amir menunggu respons dari Aminah. Komunikasi di jaringan juga mengikuti cara yang sama untuk memantau keadaan percakapan komunikasi yang terjadi.
Firewall dapat memantau informasi keadaan koneksi untuk menentukan apakah ia hendak mengizinkan lalu lintas jaringan. Umumnya hal ini dilakukan dengan memelihara sebuah tabel keadaan koneksi (dalam istilah firewall: state table) yang memantau keadaan semua komunikasi yang melewati firewall. Dengan memantau keadaan koneksi ini, firewall dapat menentukan apakah data yang melewati firewall sedang "ditunggu" oleh host yang dituju, dan jika ya, aka mengizinkannya. Jika data yang melewati firewall tidak cocok dengan keadaan koneksi yang didefinisikan oleh tabel keadaan koneksi, maka data tersebut akan ditolak. Hal ini umumnya disebut sebagai Stateful Inspection.

Melakukan autentikasi terhadap akses
Fungsi fundamental firewall yang kedua adalah firewall dapat melakukan autentikasi terhadap akses.
Protokol TCP/IP dibangun dengan premis bahwa protokol tersebut mendukung komunikasi yang terbuka. Jika dua host saling mengetahui alamat IP satu sama lainnya, maka mereka diizinkan untuk saling berkomunikasi. Pada awal-awal perkembangan Internet, hal ini boleh dianggap sebagai suatu berkah. Tapi saat ini, di saat semakin banyak yang terhubung ke Internet, mungkin kita tidak mau siapa saja yang dapat berkomunikasi dengan sistem yang kita miliki. Karenanya, firewall dilengkapi dengan fungsi autentikasi dengan menggunakan beberapa mekanisme autentikasi, sebagai berikut:
 Firewall dapat meminta input dari pengguna mengenai nama pengguna (user name) serta kata kunci (password). Metode ini sering disebut sebagai extended authentication atau xauth. Menggunakan xauth pengguna yang mencoba untuk membuat sebuah koneksi akan diminta input mengenai nama dan kata kuncinya sebelum akhirnya diizinkan oleh firewall. Umumnya, setelah koneksi diizinkan oleh kebijakan keamanan dalam firewall, firewall pun tidak perlu lagi mengisikan input password dan namanya, kecuali jika koneksi terputus dan pengguna mencoba menghubungkan dirinya kembali.
 Metode kedua adalah dengan menggunakan sertifikat digital dan kunci publik. Keunggulan metode ini dibandingkan dengan metode pertama adalah proses autentikasi dapat terjadi tanpa intervensi pengguna. Selain itu, metode ini lebih cepat dalam rangka melakukan proses autentikasi. Meskipun demikian, metode ini lebih rumit implementasinya karena membutuhkan banyak komponen seperti halnya implementasi infrastruktur kunci publik.
 Metode selanjutnya adalah dengan menggunakan Pre-Shared Key (PSK) atau kunci yang telah diberitahu kepada pengguna. Jika dibandingkan dengan sertifikat digital, PSK lebih mudah diimplenentasikan karena lebih sederhana, tetapi PSK juga mengizinkan proses autentikasi terjadi tanpa intervensi pengguna. Dengan menggunakan PSK, setiap host akan diberikan sebuah kunci yang telah ditentukan sebelumnya yang kemudian digunakan untuk proses autentikasi. Kelemahan metode ini adalah kunci PSK jarang sekali diperbarui dan banyak organisasi sering sekali menggunakan kunci yang sama untuk melakukan koneksi terhadap host-host yang berada pada jarak jauh, sehingga hal ini sama saja meruntuhkan proses autentikasi. Agar tercapai sebuah derajat keamanan yang tinggi, umumnya beberapa organisasi juga menggunakan gabungan antara metode PSK dengan xauth atau PSK dengan sertifikat digital.
Dengan mengimplementasikan proses autentikasi, firewall dapat menjamin bahwa koneksi dapat diizinkan atau tidak. Meskipun jika paket telah diizinkan dengan menggunakan inspeksi paket (PI) atau berdasarkan keadaan koneksi (SPI), jika host tersebut tidak lolos proses autentikasi, paket tersebut akan dibuang.
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Tembok_api

Tuesday, March 6, 2012

Analisa Perancangan Jaringan Komputer (Instalasi kabel dan strukturnya)



Pemasangan kabel terstruktur adalah gedung atau kampus infrastruktur telekomunikasikabel yang terdiri dari sejumlah elemen yang lebih kecil standar (maka terstruktur) yang disebut subsistem.
Kabel terstruktur jatuh ke dalam enam subsistem:
• Demarkasi-titik adalah titik di mana jaringan perusahaan telepon berakhir dan menghubungkan dengan kabel lokal di tempat pelanggan.
• Peralatan atau Telekomunikasi Kamar peralatan rumah dan titik konsolidasi kabel yang melayani pengguna di dalam gedung atau kampus.
• Vertikal atau Riser Kabel menghubungkan antara peralatan / kamar telekomunikasi, dinamakan demikian karena kamar yang biasanya di lantai yang berbeda.
• Kabel horizontal dapat IW (di dalam kabel) atau Kabel Plenum dan menghubungkankamar telekomunikasi untuk outlet individu atau area kerja di lantai, biasanya melalui, saluran wireways atau ruang langit-langit setiap lantai.
• Kerja-Area Komponen menghubungkan pengguna akhir peralatan untuk outlet dari sistem pengkabelan horisontal.

Kabel desain terstruktur dan instalasi diatur oleh seperangkat standar yang menentukan Data kabel pusat, kantor, dan bangunan apartemen untuk data atau komunikasi suara dengan menggunakan berbagai jenis kabel, paling sering kategori5e (CAT-5e), kategori 6 (CAT-6 ), dan kabel serat optik dan konektor modular. Standar ini menetapkan cara untuk meletakkan kabel di berbagai topologi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, biasanya menggunakan patch panel pusat (yang biasanya 19rak mount inci), dari mana setiap koneksi modular dapat digunakan sesuai kebutuhan.Setiap outlet ini kemudian ditambal ke switch jaringan (biasanya juga rack-mount) untuk penggunaan jaringan atau ke sebuah IP atau PBX (private branch exchange) teleponpanel sistem patch.

Garis ditambal sebagai data port ke switch jaringan memerlukan sederhana lurus-melalui kabel patch di setiap akhir untuk menghubungkan komputer. Suara patch untukPBXs di negara-negara yang paling membutuhkan adaptor pada akhir remote untukmenerjemahkan konfigurasi pada konektor modular 8P8C ke telepon soket standar lokal dinding. Adaptor tidak diperlukan di Amerika Serikat sebagai colokan 6P2C dan6P4C paling commomly digunakan dengan RJ11 dan RJ14 sambungan teleponsecara fisik dan elektrik yang kompatibel dengan soket 8P8C lebih besar. RJ25 danRJ61 koneksi secara fisik namun tidak elektrik yang kompatibel, dan tidak dapat digunakan. Di Inggris, adaptor harus hadir pada akhir remote sebagai soket 6-pin BTsecara fisik tidak sesuai dengan 8P8C.
Hal ini umum untuk kabel patch kode warna panel untuk mengidentifikasi jenis koneksi, meskipun standar kabel terstruktur tidak memerlukan itu kecuali di bidang demarkasidinding. Kabel permintaan standar yang semua delapan konduktor di Cat5/5e/6 kabel yang terhubung, menahan godaan untuk 'ganda-up' atau menggunakan satu kabel untuksuara dan data. Sistem telepon IP, bagaimanapun, dapat menjalankan telepon dankomputer pada kabel tunggal yang sama.

Sistem Horizontal Cabling Struktur Panduan


Sistem pengkabelan horisontal memanjang dari stopkontak telekomunikasi di area kerjaterhadap horizontal cross-menyambung di ruang telekomunikasi. Ini termasuk outlettelekomunikasi, sebuah titik konsolidasi opsional atau konektor transisi titik, kabelhorisontal, dan penghentian mesin dan kabel patch (atau jumper) yang terdiri dari horisontal silang terhubung.Uang saku dari 10m (33 kaki) telah disediakan untuk panjang gabungan patchcords /lintas menghubungkan jumper dan kabel peralatan / kabel di HC, termasuk kabelperalatan WA. Dalam ISO / IEC 11801:2002, elemen kabel setara terhadap horizontal lintas menghubungkan (HC) disebut distributor lantai (FD).


Backbone Struktur Sistem Kabel



Sistem kabel backbone menyediakan interkoneksi antara kamar telekomunikasi, ruangperalatan, ruang terminal utama, dan fasilitas pintu masuk. Ini termasuk kabel backbone,menengah dan utama lintas menghubungkan, penghentian mesin, dan kabel patch ataujumper digunakan untuk tulang punggung ke tulang punggung lintas koneksi. Backbone ini juga meluas antara bangunan di lingkungan kampus.


Sumber :
http://www.siemon.com/us/standards/13-05_backbone_cabling_system_structure.asp
http://www.siemon.com/us/standards/13-04_horizontal_cabling_system_structure.asp

Analisa Perancangan Jaringan Komputer (Fiber Optik Lanjutan..)

Kabel Parameter Dan Nilai Tipikal


Untuk benar-benar menentukan kabel serat optik, Anda perlu menentukan setidaknya 38 spesifikasi. Kami membagi spesifikasi kabel menjadi dua, instalasi subkelompok spesifikasi dan lingkungan, atau jangka panjang, spesifikasi paling dari ini spesifikasi memiliki teknik tes standar yang parameter diuji. Perhatikan bahwa tidak semua spesifikasi berlaku untuk semua situasi. Anda harus meninjau aplikasi Anda untuk menentukan mana dari spesifikasi di bagian ini diperlukan. Misalnya, kabel dipasang di media atau di lokasi yang dilindungi akan tidak perlu memenuhi spesifikasi naksir beban.
Spesifikasi Instalasi
Spesifikasi instalasi adalah mereka yang harus dipenuhi untuk menjamin sukses
instalasi kabel. Ada enam spesifikasi seperti:
1. Maksimum yang disarankan instalasi beban, beban instalasi, atau instalasi kekuatan (dalam kg atau pound-force-force, atau N)
2. Instalasi minimum yang disarankan tikungan radius, instalasi radius tikungan,
jangka pendek tikungan radius, radius tikungan atau dimuat (dalam inci atau mm)
3. Diameter kabel
4. Diameter tabung subcable dan buffer
5. Direkomendasikan Kisaran suhu untuk instalasi (dalam derajat celcius)
6. Direkomendasikan Kisaran suhu untuk penyimpanan (dalam derajat celcius)
Batas Maksimum beban instalasi yang direkomendasikan
Beban instalasi maksimum yang disarankan adalah beban tarik maksimum yang dapat diterapkan ke kabel tanpa menyebabkan perubahan permanen dalam atenuasiatau kerusakan serat. Karakteristik ini harus selalu ditentukan. Hal ini terutama penting dalam instalasi yang panjang, di luar ruangan, atau dalam saluran, melainkanyang kurang pentingnya ketika kabel diletakkan dalam nampan kabel atau dipasang di atas plafon gantung.
Kami menyajikan nilai-nilai khas dan berlaku umum beban instalasi di Tabel 5-1. Pilih nilai yang paling sesuai dengan aplikasi Anda. Jika Anda yakin bahwa aplikasi Anda akan membutuhkan kekuatan yang lebih tinggidaripada mereka biasanya ditentukan, maka Anda akan ingin menentukan kekuatan yang lebih tinggidaripada yang di Tabel 5- 1. Kenaikan biaya tersebut menentukan kekuatan yang lebih tinggi adalah persentase kecil,
biasanya 5 sampai 10 persen, dari biaya kabel.
Instalasi Radius Minimum Bends
The minimum yang disarankan instalasi tikungan radius adalah jari-jari minimum untuk
kabel mana yang bisa ditekuk sementara dimuat ke instalasi maksimum yang dianjurkan
load. Jari-jari ini lebih dibatasi oleh bahan kabel dibandingkan dengan radius tikungan
serat. Ini lentur dapat dilakukan tanpa menyebabkan perubahan permanen dalam
redaman, kerusakan serat, atau pecah atas setiap bagian dari struktur kabel.
Ini radius tikungan biasanya, namun tidak selalu, ditentukan sebagai tidak kurang dari 20
kali diameter kabel yang membungkuk. Menentukan radius tikungan penting
ketika menarik dengan mesin atau tangan melalui saluran, atau dengan panjangmenarik.

Diameter Tabung kabel dan Subkabel
Kabel harus sesuai di lokasi di mana ia akan diinstal. Hal ini terutama benar jika kabel yang akan dipasang di saluran terisi sebagian. Ini tidak akan menjadi penting jika itu kabel adalah langsung
dikuburkan, diinstal di atas tergantung langit-langit, atau di kabel baki. jika itu diameter adalah terbatas oleh itu ruang tersedia, itu diameter batas mungkin menjadi itu hanya factor bahwa menentukan yang dari itu lima desain dari itu kabel anda harus pilih. Jika kabel diameter harus
menjadi terbatas, itu pita desain akan menjadi itu terkecil. Diameter dari subcable dan tabung penyangga kabel juga bisa menjadi faktor pembatas. Dalam kasus kabel "pelarian" gaya, diameter subcable harus lebih kecil dari diameter maksimum boot konektor sehingga boot akan muat di subcable. Selain itu, diameter elemen harus kurang dari diameter maksimum yang shell belakang konektor akan menerima.
Sumber :
http://masanton.webs.com/tutorialfiberoptic.html
http://myblogiky.blogspot.com/2011/09/hal-yang-perlu-diperhatikan-dalam.html

Thursday, February 23, 2012

Analisa Perancangan Jaringan Komputer (Fiber Optik)



Cara Kerja Fiber Optik
Fiber optik adalah sebuah kaca murni yang panjang dan tipis serta berdiameter sebesar rambut manusia. Dan dalam pengunaannya beberapa fiber optik dijadikan satu dalam sebuah tempat yang dinamakan kabel optik dan digunakan untuk mengantarkan data digital yang berupa sinar dalam jarak yang sangat jauh. Core adalah kaca tipis yang merupakan bagian inti dari fiber optik yang dimana pengiriman sinar dilakukan.
Cladding adalah materi yang mengelilingi inti yang berfungsi memantulkan sinar kembali ke dalam inti(core). Buffer Coating adalah plastic pelapis yang melindungi fiber dari kerusakan.


A. Jenis Fiber Optik
1. Single Mode fiber
Mempunyai inti yang kecil (berdiameter 0.00035 inch atau 9 micron) dan berfungsi mengirimkan sinar laser inframerah (panjang gelombang 1300- 1550 nanometer)
2. Multi Mode fiber
Mempunyai inti yang lebih besar(berdiameter 0.0025 inch atau 62.5 micron) dan berfungsi mengirimkan sinar laser inframerah (panjang gelombang 850-1300 nanometer).

Fiber Optik merupakan salah satu pilihan media transmisi pengiriman data antar jaringan yang terbaik setidaknya untuk jaman sekarang, karena memiliki lebih banyak kelebihan dan sedikit kukurangan.Sinar dalam fiber optik berjalan melalui inti dengan secara memantul dari cladding, dan hal ini disebut total internal reflection, karena cladding sama sekali tidak menyerap sinar dari inti. Akan tetapi dikarenakan ketidakmurnian kaca sinyal cahaya akan terdegradasi, ketahanan sinyal tergantung pada kemurnian kaca dan panjang gelombang sinyal.
B. Keuntungan Fiber Optik
• Murah : jika dibandingkan dengan kabel tembaga dalam panjang yang sama.
• Lebih tipis: mempunyai diameter yang lebih kecil daripada kabel tembaga.
• Kapasitas lebih besar.
• Sinyal degradasi lebih kecil.
• Tidak mudah terbakar : tidak mengalirkan listrik.
• Fleksibel.
• Sinyal digital.
C. kelemahannya yaitu :
• Untuk segi biaya fo lebih mahal.
• Dibutuhan tenaga atau teknisi khusus baik saat dr penarikan kabel,pengalian,instalasi.
• kabel fo harus stabil dlm (db) standar iso.
• faktor alam (tekena pohon tumbang, kebakaran, kebel di gigit tikus dll)dan faktor manusia ( pencurian dll).
• untuk kesehatan, jika terkena sepihan fiber’nya sgt berbahaya karena berukuran mikro bisa menyebar ke saluran peredaran darah.so ati2 bgt dlm penyambungan
• jika fo putus harus mengunakan alat khusus penyambungan dan mencari titik putus mengunakan alat khusus (Optical Time Domain Reflectometer)OTDR (mahal).
Catatan :
berdasarkan pengalaman sampai saat ini ada juga OTDR yang bisa melihat dimana putusnya secara fisual kalo meragukan kita menggunakan OTDR lenght jadi rusak ato putusnya Fo kelihatan dari cahaya sinar yang keluar, kita tau apakah di konektor ato di Cord Fo yang bermasalah. cahaya yang keluar berarti putus atau rusak anda akan dapat melihat langsung. apakah benar2 bagus system penyambungan Fo anda? ini akan kelihatan

-bercahaya sedikit ada yang pecah core Fo tapi tetap nyambung.
-bercahaya banyak putus
-yang sempurna tidak ada bercahaya diantara Fo yang disambung
Sumber :
https://dedenthea.wordpress.com/2007/02/17/apa-itu-fiber-optik/
http://img.directindustry.com/images_di/photo-m2/fiber-optic-cable-assembly-624692.jpg
http://www.eaccu-tech.com/product_images/v/964/bflcdmcxaq-O__94553_zoom.jpg

Monday, February 20, 2012

Analisa Perancangan Jaringan Komputer I



Komponen Jaringan Komputer
1. Komputer
2. NIC
3. Network Device
4. Media Transmisi
5. NOS (Network Operating System)
Cloud Computing : Teknologi dimana server/ komputer bisa mengakses dimana saja



Cloud computing adalah pengiriman komputasi sebagai layanan bukan produk, dimana sumber daya bersama, perangkat lunak, dan informasi disediakan untuk komputer dan perangkat lain sebagai layanan meteran melalui jaringan (biasanya internet).Cloud computing menyediakan komputasi, perangkat lunak, akses data, dan sumber daya penyimpanan tanpa mengharuskan pengguna awan untuk mengetahui lokasi dan rincian lainnya dari infrastruktur komputasi.
Pengguna akhir aplikasi awan berbasis akses melalui web browser atau desktop ringan atau aplikasi mobile sedangkan perangkat lunak bisnis dan data disimpan di server di lokasi yang jauh. Awan penyedia aplikasi berusaha untuk memberikan layanan yang sama atau lebih baik dan kinerja seolah-olah program perangkat lunak yang diinstal secara lokal pada komputer pengguna akhir.
Pada dasar komputasi awan adalah konsep yang lebih luas dari konvergensi infrastruktur (atau Converged Infrastruktur) dan layanan bersama. Jenis lingkungan pusat data memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan aplikasi mereka dan berjalan lebih cepat, dengan pengelolaan yang lebih mudah dan pemeliharaan kurang, dan memungkinkan TI untuk lebih cepat menyesuaikan sumber daya TI (seperti server, storage, dan jaringan) untuk memenuhi permintaan bisnis yang fluktuatif dan tak terduga.




Server



Server adalah sebuah sistem komputer yang menyediakan jenis layanan tertentu dalam sebuah jaringan komputer. Server didukung dengan prosesor yang bersifat scalable dan RAM yang besar, juga dilengkapi dengan sistem operasi khusus, yang disebut sebagai sistem operasi jaringan atau network operating system. Server juga menjalankan perangkat lunak administratif yang mengontrol akses terhadap jaringan dan sumber daya yang terdapat di dalamnya, seperti halnya berkas atau alat pencetak (printer), dan memberikan akses kepada workstation anggota jaringan.
Terminal Server : aplikasi / sumber daya terdapat pada satu server (dumb server) dan ditampilkan pada komputer masing-masing

Media Transmisi
1. Wired
a. Cooper (tembaga) : UTP(unshielded twisted pair)/STP (shielded twisted pair)
Dibagi menjadi beberapa kategori :
1. kategori 5 : jarak maksimal 10 m
2. kategori 5e : jarak maks 100 m
3. kategori 6 : jarak maks 1000 m
4. kategori 6a : jarak maks 10 000 m
Ethernet :
• 10Mbps ethernet
• 100 Mbps fast ethernet
• 1000 Mbps Gbit
• 10 000 Mbps 10 Gbit


Source :
http://bincang.net/forum/showthread.php?17706-jenis-server
http://adibowo.com/komputer-server-pengertian-jenis-dan-fungsi-server/

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Facebook Themes